oleh

Belajar Hari Ini Sukses Esok Hari, SMK 7 Samarinda Dalami Kewirausahaan di Galeri UKM Etham Nusantara

KALTIM.SIN.CO.ID – Belajar tentang kewirausahaan tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Hal itu dilakukan siswa SMK Negeri 7 Samarinda melaksanakan Studi Edukasi Kewirausahaan bertema “Belajar Hari Ini Sukses Esok Hari” di Galeri UKM Etham Nusantara, Samarinda, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 28 September hingga 1 Oktober 2026, tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal secara langsung dunia usaha, pengelolaan bisnis, serta peluang kewirausahaan di era digital.

Kepala SMK Negeri 7 Samarinda, Anda Supanda, mengatakan kegiatan tersebut telah direncanakan sejak jauh hari dan tidak hanya menjadi kunjungan biasa. Para siswa diharapkan dapat mencatat, memahami, dan mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama kegiatan.

“Kegiatan ini tidak hanya kunjungan semata. Mohon dicatat kemudian dipraktikkan. Ini adalah studi edukasi, yaitu belajar bagaimana cara mengelola usaha,” ujarnya.

Menurutnya, siswa jurusan teknologi informasi (IT) tidak cukup hanya memperoleh pembelajaran secara teoritis di dalam kelas. Pengalaman melihat langsung aktivitas usaha dan dunia kerja menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan siswa.

Baca Juga  Ahmad Muzani: Prabowo Instruksikan Bantu Korban Banjir Kalteng

“Kita jurusan IT tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar praktik untuk melihat bagaimana usaha dan pekerjaan di luar sekolah. Tidak hanya saat PKL, pembelajaran seperti studi edukasi ini melihat langsung bagaimana cara bekerja dan mengelola usaha yang bisa kita pelajari dan terapkan nanti,” katanya.

Sementara itu, Pengawas Koperasi Ahli Muda, Rofan Anhar, yang mewakili Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPUKM) Kaltim, menekankan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan sejak dini. Menurutnya, pendidikan SMK tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan usaha secara mandiri, kreatif, dan inovatif. Perkembangan teknologi digital, lanjutnya, menjadi peluang bagi generasi muda untuk memulai usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang sederhana.

Baca Juga  Indonesia Darurat Perdagangan Orang : JarNas Anti-TPPO Desak Reformasi Sistemik

Rofan mencontohkan pemanfaatan telepon pintar sebagai salah satu sarana pemasaran yang dapat digunakan siswa. Ia mendorong siswa untuk memahami pemasaran digital dan melihat teknologi sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas serta peluang usaha.

“Saya yakin anak-anak 100 persen pasti punya HP. Dari HP ini kita tidak perlu punya modal sedikit pun, hanya kuota. Kita foto produk yang ada di galeri sini, kemudian kita jual melalui HP. Dari situ kita bisa mendapatkan omzet secara tidak terduga,” jelasnya.

Melalui studi edukasi tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan produk lokal dan hasil karya pelaku UMKM Kalimantan Timur yang dipasarkan melalui Galeri UKM Etham Nusantara. Rofan menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong pengembangan dan promosi produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Bahkan, produk karya siswa SMK Negeri 7 Samarinda yang memenuhi kriteria dapat difasilitasi pemasarannya melalui galeri UKM yang tersedia di Samarinda maupun Balikpapan.

Baca Juga  Kondisi Terkini, Banjir Papakelan Rendam Ratusan Rumah

Selama empat hari pelaksanaan, siswa akan mendapatkan materi dan pengalaman langsung dari sejumlah narasumber serta pelaku usaha. Berdasarkan agenda kegiatan, narasumber yang dihadirkan antara lain Dr. Hj. Nuraida Wahyu Sulistiyani (Aida Parcel & Barreshmart), Rizky Adfiannur Raqib (Sahabat Sport), Dr. Zulkifli dan Adi Munif (PLUT Kaltim), Rizky Wahyu Ramadhani (Tugu Makmur Indopangan), Ferdiansyah (Kemasan Samarinda Multi Pack), Taufik Riyadi (Ilat Sapi Samarinda), serta Indah Yulita Sari (Ayam Bakar Ma”Aci).

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman belajar selama empat hari. Lebih dari itu, studi edukasi menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenali potensi diri, berani mencoba dan melihat teknologi bukan sekadar alat belajar, tetapi juga sebagai sarana menciptakan peluang.(***)

News Feed